"Ketika masuk Cairo, situasi memang terasa sangat berbeda. Di airport, aku melihat teman-teman dari negara lain dideportasi (terutama dari eropa)," tulis Bia sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @zaskiadyamecca yang diunggah pada hari Minggu, 15 Juni2025.
"Baca grup long march sudah banyak aktivis yang di tangkap, ada yang ditahan tapi juga ada yang dipulangkan. Semua dokumen, briefing dari panitia sangat clear, resiko apapun ditanggung masing-masing, karena ini adalah gerakan perdamaian dari seluruh dunia tapi dengan resiko tinggi," tuturnya.
Sebelumnya ia juga mengaku tak bisa memberikan update karena berada dalam pengawasan ketat polisi.
Dalam video yang diunggah Bia, tampak kondisi saat polisi menggerebek tempat hotel para peserta Global March to Gaza menginap.
"HP semua diperiksa mulai dari aplikasi WhatsApp semua komunikasi dibukain, semuanya diperiksa dengan ketat, sementara ada 4 bule yang kemudian tertangkap dan dideportasi," ungkapnya.
Bia juga mengaku waspada dan siaga berdoa agar timnya tak ditangkap atau dipulangkan karena akan rumit jika mereka terkena masalah hukum di sana.
Lantas, bagaimana dengan nasib tim Indonesia yang ikut Global March to Gaza? Apalagi, belum lama ini beredar foto puluhan paspor yang disita dan ada salah satu yang tertera gambar Garuda Indonesia.
Baca Juga: Zaskia Adya Ungkap Perasaannya Putuskan Berangkat ke Global March to Gaza: Saya Malu
Namun, tampaknya paspor tersebut bukan milik aktivis yang bersama Bia. Beruntung, Zaskia Mecca dan timnya bisa melewati proses imigrasi dan bisa melanjutkan perjalanannya.
"Proses imigrasi kami tergolong sangat smooth, jadi kita udah bersyukur seenggaknya gak langsung dideportasi seperti kebayakan peserta lain," tulis Bia.
Bia menyebut perjuangannya tak mudah. Dalam perjalanannya, ia dan tim harus melewati banyaknya pemeriksaan polisi dan beberapa kali harus melakukan negosiasi bahkan aksi ini beresiko tinggi.
"Jam 7 pagi ada 3 mobil polisi datang ke hotel, melakukan sweeping, 4 bule di bawa dengan mobil polisi, dan kami yang bernegosiasi. Kami sudah harus bertindak tepat, apalagi baca pergerakan tetap berjalan. Semua ambil resiko!" ujarnya.
"Situasi kami juga lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak, karna sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber 10" imbuhnya.
Artikel Terkait
Isu Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Pemerintah RI Pastikan Tidak Pernah Ada Rencana
Inilah Tujuan Zaskia Adya Mecca Kembali ke Gaza usai Hari Raya Idul Fitri 2025, Ternyata Ingin...
Sempat Pimpin Misa Paskah, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Wafat: Desak Gencatan Senjata dan Hentikan Konflik di Gaza
Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Bela Rakyat Gaza di Usia 88 Tahun: Kita Tidak Boleh Lupa, Mereka Adalah Manusia
Israel Bertubi-tubi Dilanda Bencana! Kebakaran Hutan Hebat Disertai Badai Angin Kencang Kembali Terjadi Yerusalem, Warganet Indonesia 'Open Donasi'
Misi Damai Dicegat: Kronologi Aktivis Internasional yang Berlayar bersama Madleen Diculik Israel saat Bawa Bantuan ke Gaza