Meski begitu, Bia update kondisinya bersama 9 aktivis lain tetap aman. Melalui Instagram Stories, ia menyampaikan bahwa kondisi di lapangan jauh dari harapan, tetapi mereka terus bergerak dengan semangat dan dukungan doa dari publik.
"Guys, alhamdulillah we're okay! Kami baik-baik saja, Insya Allah kita lanjut lagi ceritanya ya. Terima kasih atas perhatian dan suport untuk kami, means a lot," pungkasnya.
Ratna Galih dan Wanda Hamidah juga meminta bantuan doa meski terbilang nekat tapi mereka mereka harus bisa bernegosiasi dan bertindak bijak tanpa menimbulkan masalah baru yang mungkin bisa memperburuk situasi dari aksi damai ini.
Meski menghadapi hambatan, panitia Global March to Gaza menegaskan bahwa aksi ini tetap berjalan.
Harapannya, tekanan moral dan media global dapat membuka koridor bantuan ke Gaza, yang saat ini menghadapi krisis kemanusiaan parah akibat blokade Israel sejak Maret 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Isu Relokasi Warga Gaza ke Indonesia: Pemerintah RI Pastikan Tidak Pernah Ada Rencana
Inilah Tujuan Zaskia Adya Mecca Kembali ke Gaza usai Hari Raya Idul Fitri 2025, Ternyata Ingin...
Sempat Pimpin Misa Paskah, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Wafat: Desak Gencatan Senjata dan Hentikan Konflik di Gaza
Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Bela Rakyat Gaza di Usia 88 Tahun: Kita Tidak Boleh Lupa, Mereka Adalah Manusia
Israel Bertubi-tubi Dilanda Bencana! Kebakaran Hutan Hebat Disertai Badai Angin Kencang Kembali Terjadi Yerusalem, Warganet Indonesia 'Open Donasi'
Misi Damai Dicegat: Kronologi Aktivis Internasional yang Berlayar bersama Madleen Diculik Israel saat Bawa Bantuan ke Gaza