Mengapa ada anjuran puasa sunnah 10 Rajab? Ternyata KH Maimun Zubair atau Mbah Moen menjelaskan ada sebuah peristiwa penting yang saat itu terjadi.
"Puasa Rajab bagusnya dilakukan mulai tanggal 1 hingga tanggal 10," ujar Mbah Moen, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan Instagram @ulama.nusantara, 12 Januari 2024.
KH Maimun Zubair sendiri menerangkan bahwa ia pribadi melaksanakan puasa bulan Rajab di tanggal 1 dan 10 saja.
Namun, Mbah Moen menambahkan keterangan, kalau puasa Rajab boleh tanggal 1, tanggal 1-10, atau tanggal 10 saja.
Tergantung masing-masing orang yang hendak menjalankan puasa sunnah Rajab, kuat sehari, dua hari, sepuluh hari, atau satu bulan penuh.
"Puasa tanggal 10 ini bagus sekali, sebab ada maknanya di hari itu," katanya.
Mbah Moen mengatakan kalau puasa tanggal 10 Rajab itu sangat baik, sebab berkenaan dengan sebuah peristiwa penting Rasulullah SAW.
Diceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung pada malam 10 Rajab yang secara bersamaan.
"Turunnya sukma Sayyid Abdullah di atas sukma Sayyidah Aminah bersamaan dengan turunnya Nur (cahaya) Nabi Muhammad SAW," ujar KH Maimun Zubair.
Turunnya Nur Nabi Muhammad SAW ke dalam rahim Sayyidah Aminah merupakan tanda kebesaran Allah SWT.
Allah menurunkan cahaya kehidupan seorang manusia yang nantinya akan menjadi kekasihnya, pemimpin umat muslim, dan Nabi terakhir.
"Saya puasa Rajab itu hanya tanggal 10 saja, terkadang tanggal 1 dan tanggal 10 saja," ungkapnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!