Manusia semacam itu adalah sosok yang sudah memahami kebenaran yang sejati.
Sebaliknya, jika seseorang masih saja ribut dan mencari-cari kesalhan orang lain, ia diragukan kebenarannya.
Hanya dari kesalahan orang lain yang dicari-cari itu, ia akan mendapatkan justifikasi soal kebeneran versi dirinya sendiri.
"Masih pengen tahu salahnya orang lain di mana, yang bener itu aku, biasanya kamu masih butuh justifikasi dari kebenaranmu yang terletak dalam salahnya orang lain," pungkas Fahruddin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!