"Supaya saya masih ingat bahwa darah daging anak saya sebagian berasal dari orang tak mampu, setelah itu baru saya berikan ke para santri," imbuhnya.
Dari kebiasaan itulah keluarga akan dididik menjadi pribadi yang rendah hati.
"Jadi, penghormatan terhadap makanan seperti itu akan menjadi darah daging, lalu kelak menjadi pribadi yang rendah hati," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!