SketsaNusantara.id - Banyak orang yang mengira bahwa semua anggota Wali Songo hidup dalam 1 zaman.
Padahal, jika dirunut berdasarkan periode secara kronologis, sejumlah sunan yang menjadi anggota Wali Songo memiliki selisih tahun yang cukup panjang.
Sehingga, agak mustahil membayangkan para sunan yang berbeda generasi itu berada dalam 1 zaman yang sama.
Baca Juga: 2 Sisi Terang dari Misteri Poster Wali Songo yang Sering Dijual dan Dipasang di Rumah-Rumah
Masyarakat awam mengenal anggota Wali Songo terdiri dari Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, dan Sunan Muria.
Prof. Dr. H. Muslich Shabir, MA pernah menyebut adanya pendapat bahwa Wali Songo adalah nama dari sebuah organisasi dakwah atau lembaga dakwah di Nusantara.
Jika ada salah satu anggota yang meninggal dunia, akan diganti oleh yang lain. Sehingga, jumlah anggota dalam dewan tersebut tetap 9 orang (Songo).
Prof Muslich juga membagi 6 angkatan Wali Songo berdasarkan tahun aktif mereka.
Pengelompokan itu ia jabarkan dalam buku berjudul The Living Walisongo: Historisitas Kontekstualitas dan Spiritualitas, terbitan Southeast Asian Publishing tahun 2022.
Berikut ini adalah pembagian 6 angkatan Wali Songo yang dirangkum SketsaNusantara.id dari buku tersebut.
Baca Juga: Amalan Istimewa untuk Keselamatan dari Syekh Jangkung, Cucu Wali Songo dari Pati yang Penuh Karomah
1. Angkatan Pertama, Tahun 1404-1421 M
Angkatan ini terdiri dari Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil Kubra, Maulana Muhammad al-Maghribi, Maulana Malik Isra’il, Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana Aliyuddin, dan Syekh Subakir.