SketsaNusantara.id - Orang yang punya kebiasaan mengumpat atau berkata-kata kotor, tetapi di sisi lain rajin menjalankan sholat tentunya adalah fenomena yang dianggap lazim di masyarakat Indonesia.
Bagi sebagian masyarakat, mengumpat atau berkata-kata kotor dianggap sebagai bagian dari kultur atau tradisi. Toh, yang penting tidak meninggalkan sholat.
Cara pandang semacam itu memang lazim dipakai oleh sebagian masyarakat dan tentunya setiap orang harus bijak dalam menyikapinya.
Baca Juga: Bukan Sholat Malam atau Dzikir, Inilah Tirakat Sebenarnya dalam Islam
M. Quraish Shihab memiliki jawaban yang jelas mengenai hal tersebut.
Dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab 101 soal Perempuan yang Patut Anda Ketahui, terbitan Lentera Hati, 2010, ada sebuah pertanyaan tentang situasi tersebut.
Seorang istri menanyakan kepada Quraish Shihab tentang apakah sholatnya diterima jika punya kebiasaan bicara kotor di lingkungan pekerjaannya.
Pasalnya, suaminya bekerja sebagai seorang kuli atau buruh yang mana orang-orang di lingkungan mereka kerap berkata-kata kotor.
Akibat pengaruh lingkungan tersebut, ia dan suaminya pun jadi terbiasa mengumpat atau berkata-kata kotor meskipun tiap hari rajin menjalankan sholat.
Quraish Shihab membuka jawaban tentang adanya syarat wajib dan sah sah sholat. Ada juga ketentuan-ketentuan hukum yang dinilai membatalkan sholat.
Sementara itu, tidak ada yang berkaitan dengan ucapan setelah sholat, baik ucapan bersih maupun kotor.
Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa sholat adalah upaya dari seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ridha-Nya.