Pasalnya, forum tersebut malah berujung pada merendahkan orang lain.
Baca Juga: Ijazah dari KH Husein Ilyas Mojokerto: Doa agar Menjual Lahan Tanah Cepat Laku, Baca Sebanyak…
"Pernah suatu ketika kita menghadiri Bathsul Masail di sebuah tempat. Kita harus mengundurkan diri, kenapa? Akhlaknya sudah tidak ada. Sampai orang tua dibilang 'kamu bodoh, kamu itu orang sudah tua nggak ngerti takbir', ugh serem banget ini," ujar Buya Yahya.
Ketika diingatkan, hal tersebut disebut biasa dilakukan sebagai gojlokan di pondok.
Padahal, itu justru menyebabkan hal buruk bagi diri sendiri dan menjadikan hati tidak baik.
"Setelah diingatkan katanya oh ini biasa di pondok gojlok-gojlokan, Mbah Hasyim tidak senang kok. Itu menjadikan hati tak baik kok. Bukan saling gojlok, tapi saling cinta," kata Buya Yahya.
Hal itu juga tidak sesuai dengan kitab yang ditulis oleh Kyai Hasyim Asy'ari.
"Mbah Hasyim tidak ngajarkan semacam ini," lanjut Buya Yahya.
Seorang yang berilmu tidak seharunya memamerkannya atau adu kehebatan dalam berdebat karena ujung-ujungnya jadi saling merendahkan.
Buya Yahya mengingatkan bahwa forum untuk berdiskusi harus dilakukan dengan adab karena tujuannya adalah memcahkan persoalan masyarakat, bukan untuk mencari musuh.
"Harus pakai adab, karena ini untuk menyelesaikan permasalahan umat. Sebab dengan perdebatan itu hanya akan mendatangkan permusuhan, kebencian, dan seharusnya hendaknya perkumpulan itu dimaksudkan karena Allah, bukan karena ingin pamer ilmu," pungkas Buya Yahya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!