SketsaNusantara.id – Boros adalah sifat yang suka menghamburkan uang atau menggunakan uang secara berlebihan.
Dengan memiliki sifat boros, kita menjadi implusif dan memiliki gaya hidup berlebihan sehingga semakin lama akan mengalami kekurangan.
Ada banyak sifat boros yang sangat berdampak bagi keuangan kita yakni membeli barang yang kurang fungsional atau memiliki jangka pendek.
Baca Juga: Bisa Diamalkan untuk 2 Tujuan Sekaligus, Praktekan Amalan Ini Agar Pasangan yang Hambar Kembali Cinta
Dalam Islam, boros bisa juga disebut dengan israf. Sifat boros adalah perbuatan tidak terpuji. Membeli barang untuk kepentingan selain ketaatan kepada Allah SWT dilarang dalam agama.
Seseorang yang melakukan pemborosan adalah orang yang tidak peduli dengan sekitarnya karena sering memikirkan kepuasan sendiri.
Agar terhindar dari sifat boros, dianjurkan untuk mengatur manajemen keuangan agar bisa menentukan prioritas.
Baca Juga: Ingin Melipatgandakan Uang? Bener-Benar Magnet Rezeki, Terbongkar Cuma Pakai Amalan Ini Auto Sumringah
Selain itu, hindari godaan untuk membeli barang yang tidak memiliki fungsional jangka panjang dan berhemat secara perlahan.
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk selalu bersedekah kepada sesama agar rezeki kita berjadi barokah.
Terdapat amalan doa agar kita tidak boros dalam mengeluarkan uang dan memiliki sifat implusif.
Amalan doa ini telah diajarkan oleh Ustadz Syahrullah Iskandar agar kita terhindar dari sifat boros.
Sebagaimana yang telah dilansir dari YouTube Bayt Al-Quran, inilah amalan doa supaya tidak boros dari Quran Surat Ali Imran ayat 146-148.
وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قٰتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ ١
Latin: wa ka'ayyim min nabiyying qâtala ma‘ahû ribbiyyûna katsîr, fa mâ wahanû limâ ashâbahum fî sabîlillâhi wa mâ dla‘ufû wa mastakânû, wallâhu yuḫibbush-shâbirîn
Artinya: Betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(-nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah mencintai orang-orang yang sabar.
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ اِلَّآ اَنْ قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِيْٓ اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ١
Latin: wa mâ kâna qaulahum illâ ang qâlû rabbanaghfir lanâ dzunûbanâ wa isrâfanâ fî amrinâ wa tsabbit aqdâmanâ wanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn
Artinya: Tidak lain ucapan mereka kecuali doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
فَاٰتٰىهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَࣖ
Latin: fa âtâhumullâhu tsawâbad-dun-yâ wa ḫusna tsawâbil-âkhirah, wallâhu yuḫibbul-muḫsinîn
Artinya: Maka, Allah menganugerahi mereka balasan (di) dunia dan pahala yang baik (di) akhirat. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Lakukan amalan ini dengan istiqomah serta niat agar tidak boros dan supaya menjadi orang yang lebih baik lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!