Pesantren Asembagus, salah satu pesantren tradisional yang terkenal, memiliki tradisi kuat dalam mengajarkan ilmu kanuragan ini.
Setiap malam Jumat dan malam Selasa, para santri menjalani latihan bela diri di tengah hutan, dipimpin oleh para pengajar yang telah menguasai berbagai ilmu kanuragan.
Baca Juga: Fakta Menarik Bambu Runcing, Senjata Tradisional Sederhana Namun Mematikan yang Ditakuti Belanda
Ilmu-ilmu ini diberikan kepada santri yang dianggap layak, terutama mereka yang menghadapi tantangan hidup berat.
Seperti halnya mantan pengguna narkoba atau preman yang tak bisa diatur oleh keluarganya.
Ilmu kanuragan ini tidak hanya memberikan kekuatan fisik, tetapi juga menjadi benteng moral yang kuat, terutama dalam menjauhi perbuatan zina.
Salah satu ilmu yang paling sakral, Asma Sunan Sungai Raja, hanya boleh diamalkan oleh mereka yang benar-benar bersih dari perbuatan dosa.
Jika syarat-syaratnya dipenuhi, ilmu ini diyakini mampu memberikan kekebalan luar biasa dan kekuatan yang tak terkalahkan.
Meski demikian, KH Moqsith Ghazali yang telah mengamalkan ilmu-ilmu ini kini lebih memilih untuk tidak lagi mempraktikkannya.
Namun, ia tetap menghargai dan mengikhlaskan segala ilmu yang telah dipelajarinya.
Bagi dirinya, ilmu-ilmu ini bukan hanya sekadar pelajaran fisik, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual yang mendalam.
Dimana keikhlasan dan keridhaan menjadi kunci utama dari segala sesuatu yang diajarkan.
Dengan demikian, warisan ilmu kanuragan ini tetap hidup dalam cerita dan pengalaman.