Berikut adalah redaksi doa yang diijazahkan Gus Dur kepada Mahfud MD:
"Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin waj’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan."
Mahfud MD menerjemahkan doa ini sebagai:
“Ya Allah, bimbinglah saya untuk memulai pekerjaan ini dengan cara yang benar, tanpa menggunakan jalan yang salah. Bimbing pula saya untuk menyelesaikannya dengan baik, tanpa meninggalkan beban bagi orang lain dan tanpa membawa beban. Berikanlah kepada saya kekuasaan yang mendukung, bukan yang merugikan” (QS. Al-Isra: 80).
Doa ini memberikan rasa tenang dan keberanian bagi Mahfud MD dalam menghadapi berbagai tugas berat dan kasus-kasus besar di pemerintahan.
Baca Juga: 4 Pusaka Majapahit yang Menjadi Simbol Kejayaan Kerajaan Ini, Ternyata Tidak Ada di Indonesia?
Ijazah doa ini juga membantunya dalam menjalankan tanggung jawabnya dengan integritas dan kepercayaan diri yang tinggi.
Pelajaran berharga dari pengalaman Mahfud MD ini menunjukkan betapa pentingnya amalan doa dalam menghadapi berbagai aspek kehidupan dan pekerjaan.
Dengan mengamalkan doa ini, kita dapat memperoleh keberkahan, kemudahan, dan keselamatan dalam setiap langkah yang diambil.
Amalan doa yang diberikan oleh Gus Dur tidak hanya menjadi panduan spiritual.
Akan tetapi, juga sebuah sumber kekuatan dan inspirasi untuk mencapai keberhasilan dalam berbagai bidang kehidupan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI