Tak hanya itu, masa kecil Mu'thi juga sudah akrab dengan sang guru. Ia kerap disuruh oleh ibunya untuk membawakan oleh-oleh.
Baca Juga: Ulama ini Jadi Salah Satu Tokoh Pejuang Kemerdekaan, Salah Satu Pendiri Laskar Hizbullah Mojokerto
Oleh-oleh itu kemudian disampaikan kepada gurunya. Kyai Hamid Pasuruan kecil merasa senang meskipun oleh-olehnya sederhana.
Hal itu membuktikan bahwa dirinya menunjukkan sikap bersih dari sombong. Ia pun beranjak menjadi pria dewasa dan menikah saat 22 tahun.
Usai beberapa bulan setelah menikah, Kyai Hamid Pasuruan diperintah oleh KH Ahmad Qusayri untuk menggantikan kedudukannya sebagai pengasuh pondok.
Kyai Hamid dikenal sebagai sosok yang rajin belajar. Ia kerap membeli kitab dan dipelajari sendiri.
Meski sudah berkeluarga di Pasuruan, ia masih mengaji kepada Habib Ja'far bin Syichan Asegaf.
Akhirnya, Mbah Hamid wafat pada Sabtu, 25 Desember 1982 M. Yakni tepat pada pukul 03.00 WIB.
Kyai Hamid Pasuruan menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 70 tahun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!