SketsaNusantara.id - Kyai Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab dipanggil Gus Baha menguraikan kesesatan ajaran Syekh Siti Jenar dengan cara yang sangat mudah dipahami.
Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang merupakan sosok kontroversial di masa dakwah Wali Songo.
Ia dikenal karena menyebarkan ajaran Manunggaling Kawulo Gusti atau Wahdatul Wujud.
Dalam taraf paling ekstrem, ajaran tersebut bisa dipahami bahwa manusia adalah Tuhan karena sudah menyatu antara Sang Pencipta dan yang diciptakan.
Ajaran tersebut juga mengkritik Ilmu Syariat yang terlalu mengekang keberadaan ruh sebagai esensi dari Ilmu Hakikat.
Dalam sebuah perdebatan dengan Sunan Kalijaga, Syekh Siti Jenar menyebut bahwa jasad manusia hanya seonggok daging yang kelak tidak diperhitungkan oleh Allah saat menjalankan syariat (praktik ibadah).
Baca Juga: Apa Hubungan Sunan Bayat dan Syekh Siti Jenar? Kisahnya yang Mengguncang Himpunan Wali Songo
"Rugi kamu sujud dengan dahi dengan tangan, jasadmu nanti habis, tidak ada yang cerita kamu sujud karena jasad nanti jadi bangkai," ujar Gus Baha saat mengilustrasikan ucapan Siti Jenar kepada Sunan Kalijaga, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Sekolah Akhirat yang diunggah 24 Juni 2020.
Bagi orang Hakikat, pemahaman tentang syariat adalah salah besar.
Menurut Syekh Siti Jenar, orang mati itu tidak ada. Ruh itu tersiksa di alam fisik. Pasalnya, ruh itu tidak butuh makan tidak butuh minum, tapi gara-gara ikut fisik mengalami keterpisahan dari yang abadi.
Namun, Gus Baha menjelaskan dengan sangat mudah tentang kesesatan ajaran Syekh Siti Jenar.
Menurutnya, ada yang tidak disadari oleh Syekh Lemah Abang, yakni inti dari Ilmu Hakikat, yakni ketertundukan kepada Allah SWT.