SketsaNusantara.id - Setiap ulama memiliki cara berdakwah yang berbeda-beda, namun umumnya berceramah di pesantren-pesantren atau masjid.
Namun berbeda dengan ulama bernama KH. Hamim Tohari Djazuli atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Miek.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah anak dari KH Ahmad Dzasuli Usman adalah pendiri pesantren Al-Falah di Kediri.
Walau lahir dari lingkungan agamis, Gus Miek justru tidak berdakwah di masjid-masjid atau pesantren seperti ulama pada umumnya.
Ia justru berdakwah di tempat-tempat yang dicap penuh maksiat seperti kelab malam.
Tak hanya itu, Gus Miek juga sering bergaul dengan masyarakat kecil seperti pedagang kopi pinggir jalan hingga tukang becak.
Selain berdakwah dengan cara unik, Gus Miek juga punya kebiasaan aneh, yakni memakai kacamata hitam baik saat sedang di jalan atau saat menerima tamu.
Untuk mengenal lebih dekat sosok ulama NU ini, berikut profil singkat Gus Miek yang dirangkum SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.
Gus Miek yang lahir pada 17 Agustus 1940 dikenal sebagai anak yang pendiam namun pandai bersosialisasi.
Banyak tokoh-tokoh agama Islam yang menyakini Gus Miek merupakan ulama berkaromah wali.