Karomah yang cukup terkenal adalah ketika ia bisa menyingkirkan wabah kematian di sebuah desa.
Dipercaya bahwa wabah tersebut hilang setelah orang desa meminum air danau. Air itu sudah dicelupkan dengan kertas berisi tulisan Mbah Sholeh Tanggul.
Ia juga memiliki sumur keramat. Konon sumur yang letaknya di Lumajang ini dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit.
Adapun riwayat lain menyatakan bahwa Mbah Sholeh Tanggul pernah bertemu Nabi Khidir dalam wujud seorang pengemis.
Baca Juga: PKB Jember Panaskan Mesin Partai, Ketua DPC Ayub: Tidak Ada Kata Mundur untuk Menangkan Gus Fawait
Saat pengasingan dirinya pun juga sempat mendapatkan karomah. Tiba-tiba ia didatangi oleh guru besarnya, yakni Al-Imam Al Qutub Habib Abu Bakar bin Muhammad As-Segaf.
Ia diajak ke luar oleh sang guru untuk menuju Gresik. Di sana ia diminta untuk mandi di kolam khusus.
Saat sudah berada di Jember, Mbah Sholeh Tanggul juga telah mendapatkan karomah berupa Wali Qutub.
Mbah Sholeh Tanggul pun wafat pada 8 Syawal 1396 H atau 1976 M. Ia dikebumikan keesokan harinya setelah sholat Dzuhur di kompleks Masjid Riyadhus Sholihin Tanggul, Jember.
Sejak saat itu, makam Mbah Sholeh Tanggul tidak pernah sepi. Bahkan kerap dikunjungi oleh tokoh-tokoh besar.***