religi

Nilai Paling Dasar dari Sepak Terjang Gus Dur, Kritik pada Penggunaan Agama untuk Kepentingan Kelompok

Senin, 22 Juli 2024 | 06:45 WIB
Sabtu 22 Januari 1994, Gus Dur menjadi panelis diskusi bersama Romo YB. Mangunwijaya. (GusDur.net)

SketsaNusantara.id - Kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mewariskan banyak ajaran untuk praktik bermasyarakat dan bernegara di Indonesia.

Presiden Indonesia ke-4 yang meninggal pada 30 Desember 2009 ini dihormati oleh banyak pihak, termasuk di dunia internasional.

Ada banyak warisan ajaran yang bisa dipelajari dari cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), termasuk 9 nilai utama.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Tokoh yang Suka Humor, Inilah 4 Presiden 'Korban' Guyon Gus Dur hingga Tertawa Terpingkal-pingkal

Nilai-nilai tersebut adalah Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Kesederhanaan, Persaudaraan, Keksatriaan, dan Kearifan Tradisi.

Nilai pertama adalah Ketauhidan, yang menjadi hal paling dasar dari kiprah Gus Dur selama ini.

"Ketauhidan adalah nilai yang paling dasar dari sepak terjang Gus Dur," ujar Alissa Wahid, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube WargaNegara yang diunggah 26 Juni 2019.

Baca Juga: Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur

Putri Gus Dur juga menjelaskan bahwa ayahnya mengambil sumber-sumber dari nilai-nilai spiritualitas, yang diyakini sebagai nilai-nilai ilahiyah atau ketuhanan.

Nilai-nilai tersebut kemudian digunakan Gus Dur sebagai pedoman dalam menjalankan setiap perjuangannya.

Contohnya adalah aspek keadilan yang bukan dinilai semata-mata karena baik, tetapi karena Tuhan telah memerintahkan nilai keadilan kepada umat manusia.

Baca Juga: Keampuhan Pusaka Joko Tingkir, Kakek Moyang Gus Dur Dibuat Lolos dari Ancaman Keris Kyai Setan Kober Arya Penangsang

Maka dari itu, nilai keadilan bersumber dari spiritualitas atau ketauhidan tersebut.

Untuk menjadi pemimpin maka wajib bersumber pada nilai-nilai tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini