Satu tahun setelahnya, lantai masjid diganti lebih bagus lagi dan masih berfungsi hingga saat ini.
Tak lama kemudian bangunan itu ditambahkan dengan serambi seluas 3 meter menggunakan lantai keramik.
Ketahuilah, bahwa masjid kuno yang ada di Nganjuk ini juga pernah mencetak sejarah sebagai pemenang lomba.
Nganjuk pernah mengadakan lomba masjid tingkat kabupaten. Salah satunya pada tahun 1985.
Masjid Al Arfiyyah pun menang dalam kontes tersebut. Tak tanggung-tanggung, bahkan berhasil meraih juara satu.
Menyinggung nama masjid tersebut, rupanya diambil dari seorang pendiri yang dikenal dengan Kiai Arfiyyah.
Ia berasal dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Nasabnya bahkan sampai ke Joko Tingkir hingga Syekh Maulana Ishak.
Selama menimba ilmu, ia belajar atau mondok di Sewulan, Madiun dan diambil menantu oleh Kiai Santri.***