SketsaNusantara.id - Karakter Petruk dalam wayang kulit merupakan anak kedua Semar yang bernama asli Fatruk.
Asal-usul nama Petruk itu tak lepas dari penggunaan wayang kulit sebagai media dakwah Sunan Kalijaga di Nusantara.
Berhubung lidah orang Jawa susah melafalkan "Fatruk", maka nama "Petruk" lebih mudah dan dikenal.
"Fatruk atau Petruk, yang artinya tinggalkanlah," kata Ustadz Faizar dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Muhammad Faizar yang diunggah 15 November 2021.
"Fatruk" merupakan penggalan dari kalimat tasawuf yang berbunyi "Fat-rukkulla maa siwallah".
Arti dari kalimat tersebut adalah "Tinggalkanlah semuanya kecuali Allah SWT".
Hal itu sesuai dengan Hadis Riwayat Tirmidzi:
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)
Muka Petruk digambarkan selalu tersenyum, artinya merujuk pada pesan kepada para pendakwah agar senantiasa berwajah manis dan ramah, tersenyum, serta jenaka. Maksudnya adalah memiliki kemampuan berdakwah sekaligus menghibur.
Petruk juga terlihat selalu mengacungkan 1 jari, sama seperti ayahnya, Semar. Hal itu merupakan simbol dari ketauhidan.