SketsaNusantara.id - Wayang kulit merupakan salah satu media dakwah Wali Songo yang hingga saat ini digemari banyak masyarakat, terutama di Jawa.
Warisan para pendakwah yang mulia itu memiliki banyak pesan dan makna mendalam melalui simbol-simbol yang disematkan.
Di antara banyak karakter wayang kulit, ternyata ada sejumlah tokoh yang perannya tidak dapat disepelekan.
Baca Juga: Makna 2 Buto atau Raksasa di Gunungan Wayang Kulit, Penjaga Gerbang Ketauhidan
Bisa dibilang, kehadiran tokoh-tokoh tersebut menempati peran vital dalam proses dakwah Wali Songo.
Karakter-karakter yang dimaksud adalah punakawan atau yang populer dengan 4 tokohnya yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Sebenarnya karakter punakawan bukan hanya mereka.
Keempat tokoh itu memang punakawan atau abdi/pemomong dari pihak Pandawa.
Sedangkan di pihak Kurawa pun ada punakawan yakni Togog dan Mbilung.
Para punakawan digambarkan dalam wujud yang sangat berbeda dari para ksatria. Mereka digambarkan cenderung buruk rupa, tidak sempurna bagian tubuhnya, dan kerap melontarkan banyolan atau humor.
Padahal, karakter punakawan menggambarkan para kawula alit (wong cilik/rakyat jelata) yang selalu memberikan nasihat kepada para ksatria.
Baca Juga: Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Para bangsawan atau penguasa yang tidak pernah mendengarkan nasihat dari rakyat jelata niscaya akan mengalami kehancuran.