Ada semacam aturan tak tertulis yang sekaligus dapat dipahami oleh para penutur sanepan dan sasarannya.
Metode komunikasi semacam itu diakui dapat menyampaikan pesan atau ajaran dengan baik tanpa memicu konflik.
Pemakaian simbol atau sanepan itulah yang justru berhasil dalam proses dakwah Islam di Nusantara menggunakan wayang kulit.
Ada banyak sekali simbol yang dapat ditelusuri dari sekotak wayang kulit. Simbol-simbol tersebut menyiratkan banyak pesan atau ajaran mendalam mengenai Islam, sehingga sangat mudah dipahami oleh masyarakat Jawa.***