Badhong merupakan pusaka berbentuk seperti golok bertuah bukan keris, diberikan Sunan Gunung Jati untuk Sunan Kudus.
Dalam Serat Kandaning Ringgir Purwa, Sunan Kudus akan berperang dengan pasukan majapahit membawa sejumlah bala tentara.
Sunan Kudus menggantikan kedudukan sang ayah, pangeran Ngudung yang telah gugur di medan perang melawan Adipati Terung.
Dikisahkan salam pertempuran melawan pasukan Majapahit, Badhong bertuah yang didapatkannya dari cucu Prabu Siliwangi.
Saat menghadapi pasukan musuh, Sunan Kudus mencoba untuk mengeluarkan pusaka Badhong.
Bilah golok itu belum mengenai kulit pasukan majapahit, namun saat dikeluarkan dari sarungnya sungguh kejadian diluar nalar muncul.
Dari Badhong yang dibawa Sunan Kudus bisa mendatangkan ribuan lebah yang siap menyengat musuh di depannya.
Sengatan lebah yang jumlahnya tak terhingga itu berhasil memukul mundur pasukan Majapahit.
Atas kuasa Tuhan Yang Maha Esa, pasukan Majapahit berhasil dikalahkan oleh pasukan Sunan Kudus dan lari ketakutan.
Saat itu Sunan Kudus dari Kerajaan Demak memperoleh kemenangan yang sangat besar atas Majapahit.
Akhirnya, pasukan santri yang dipimpin Sunan Kudus itu mengangkut pusaka-pusaka Majapahit ke wilayah Demak.
Hingga Adipati Terung pun ikut diangkut dan dibawa ke Kerajaan Demak.***