SketsaNusantara.id - Pusaka Bende Kyai Macan atau yang disebut Bende Kyai Pradah merupakan salah satu pusaka keramat peninggalan Kerajaan Mataram.
Bende merupakan nama lain dari gong, sehingga Bende Kyai Macam merupakan pusaka yang berbentuk gong atau alat musik Jawa.
Pusaka yang memiliki wujud gamelan menyimpan banyak cerita sejarah hingga dikisahkan memiliki banyak tuah.
Saat ini pusaka Bende Pusaka Kyai Macan atau Bende Kyai Pradah ini masih ada dan disimpan di kawasan dekat Alun-Alun Lodoyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Setiap tanggal 1 Suro dan bulan Rabiul Awal, pusaka Bende Kyai Pradah ini dijamas atau dicuci dengan rangkaian acara adat setempat.
Ritual upacara jamasan pusaka Bende Kyai Pradah atau Bende Kyai Macan masih dilakukan rutin hingga saat ini.
Menurut kisah dan cerita sejarah, Bende Kyai Pradah disebut sebagai pusaka karena memiliki kekuatan.
Kisah pusaka berbentuk gamelan ini tidak lepas dari suksesi Kerajaan Mataram itu diyakini memiliki kesaktian pada zamannya.
Ada pula sebagian sumber menyebutkan kalau pusaka ini pernah dibawa oleh tokoh Wali Songo yaitu Sunan Kudus.
Baca Juga: Wajib Dipatuhi! Ini Larangan dan Aturan Khusus Peserta Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Solo 2024
Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Atlas Wali Songo yang ditulis oleh Ayus Sunyoto cetakan tahun 2017, Bende Kyai Pradah atau Bende Kyai Macan itu diceritakan saat itu milik mertua Sunan Kudus, Adipati Terung.
Sunan Kudus diutus oleh Sultan Bintara untuk bertemu Ki Ageng Pengging yang tak kunjung menghadap ke Sultan Demak.