Pulung merupakan sebuah laku dan wahyu sekaligus. Sunan Gunung Jati melihat pulung itu saat malam Lailatul Qadar, bulan Ramadhan.
Sosok pulung yang dilihat Sunan Gunung Jati menyerupai naga dan jatuh seperti meteor dan berubah menjadi keris.
"Keris ini hanya besinya saja, tanpa penutup tanpa warangka ataupun tanpa gagang," ujar Om Hao Kisah TanaBaca Juga: Salah Satu Warisan Sunan Kalijaga, Lagu Gundul Gundul Pacul Ternyata Punya Makna Filosofis Kepemimpinan, Begini Penjelasannyah Jawa.
Oleh salah seorang murid Sunan Gunung Jati, keris tersebut disempurnakan dengan cara diberi gagang dan penutup keris.
Keris yang dimiliki Sunan Gunung Jati itu dikenal dengan nama Keris Sanghyang Naga.
Singkat cerita, Keris Sanghyang Naga tersebut bisa menyembuhkan penyakit tumor karena bertuah dan menjadi karomah sebuah pusaka yang memang digunakan untuk itu.
Kala itu datang seorang suami istri menemui Sunan Gunung Jati, keduanya tengah berselisih lantaran masalah rumah tangga.
Perut sang istri terlihat buncit seperti orang hamil, namun sang suami menuduh istrinya tidak setia dan hamil dengan laki-laki lain.
Dengan anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa sebagai Wali Allah, Sunan Gunung Jati memberikan penjelasan bahwa itu adalah tumor bukan kehamilan.
Sunan Gunung Jati meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah dan melalui karomah yang diturunkan, Syarif Hidayatullah bisa menyembuhkan tumor tersebut.
Secara ajaib, tumor yang ada di dalam perut wanita tersebut bisa dikeluarkan, sehingga kondisi perutnya kembali normal.