Dikisahkan bahwa Sunan Bonang wafat saat beliau melaksanakan syiar Islam di Pulau Bawean Gresik.
Mengetahui Sang Guru meninggal dunia, para muridnya yang berasal dari Tuban tentu saja ingin membawa jenazah beliau untuk dimakamkan di Tuban.
Sebaliknya, para murid yang berasal dari Madura dan Bawean bersikukuh mempertahankan jenazah sang Guru agar tetap dimakamkan di Bawean.
Singkat cerita, saat para murid Bawean tertidur, diam-diam para murid dari tanah jawa membawa jenazah Sunan Bonang dengan membawa perahu untuk dimakamkan di Tuban.
Selanjutnya Sunan Bonang dimakamkan di belakang Masjid Agung Tuban sebagaimana yang kita kenal sekarang.
Lepas dari kebenaran kisah tadi, bisa jadi inilah yang menyebabkan kenapa makam Sunan Bonang dipercayai tidak hanya berada di Tuban, melainkan juga di Bawean.***