Pasukan Majapahit menyerang wilayah Bukit Giri saat Sunan Giri sedang menyalin kitab dan memegang kalam atau pena.
Saat dikepung ribuan pasukan Majapahit, Sunan Giri berdoa kepada Tuhan memohon perlindungan dan melemparkan kalam atau pena ke arah prajurit.
Menurut salah seorang Budayawan Gresik dalam kisah ini, pena atau kalam Sunan Giri berubah menjadi keris sakti yang dikenal dengan nama Keris Kalamunyeng.
"Kalam ini tiba-tiba berubah menjadi sebuah keris yang bisa memutar-mutar dan mengejar-ngejar prajurit," ujarnya.
Berdasarkan cerita tutur yang dijelaskan oleh Budayawan Gresik, keris sakti milik Sunan Giri terus berputar menghampiri para prajurit Majapahit.
Nama kalamunyeng ditafsirkan dari dua kata yaitu 'kalam' yang artinya pena atau alat tulis dan 'munyeng' artinya berputar-putar.
Kehebatan Sunan Giri dalam menyampaikan sesuatu melalui kalam atau tulisan atau perkataan yang bisa membuat lawannya mati kutu.
"Kalamunyeng itu berarti Sunan Giri membuat kalam, menyampaikan sesuatu bisa menang dalam perdebatan, orang yang menerima nggak bisa menjawab munyeng-munyeng," ujar Budayawan Gresik.
Jika berdebat atau berdialog dengan Sunan Giri konon katanya sang lawan tertunduk dan tidak bisa menjawab.
Itulah asal usul nama keris Kalamunyeng Sunan Giri yang berasal dari Bahasa Jawa dan perwujudkan dari pena sang Wali Songo.
***