SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga mempunyai peranan besar dalam pembangunan Masjid Agung Demak.
Sunan Kalijaga mengerahkan segala kemampuannya atau berijtihad dalam pembangunan Masjid Agung Demak.
Sunan Kalijaga mempunyai pengetahuan makrifat yang kemampuannya melebihi Wali lain pada saat itu terkait dengan pembangunan dan keberadaan Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Demak mempunyai karakteristik atau ciri khas yang memadukan antara unsur budaya lokal internasional dan nilai-nilai Islam.
Peranan Sunan Kalijaga sangat penting dalam hal ini karena karakteristik Masjid Agung Demak ditiru oleh masjid-masjid setelahnya sampai abad-abad berikutnya.
Kebesaran Masjid Agung Demak sebagai simbol kebesaran agama Islam dan kebesaran kerajaan Islam dengan karakteristik yang disampaikan oleh Sunan Kalijaga.
Karakteristik Masjid Agung Demak mulai dari tata letak masjid serta pemilihan daerah, bentuk dan ornamen masjid, serta simbol-simbol masjid, dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya merupakan ide langsung dari Sunan Kalijaga bersama para wali lainnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Buku Sunan Kalijaga dan Mitos Masjid Agung Demak karya @Dr. Fairuz Sabiq, M. Si Inilah peranan penting Sunan Kalijaga sebagai penentu arah kiblat Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Demak didirikan oleh para wali yang diketuai oleh Sunan Giri dan beranggotakan Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, dan juga Sunan Kalijaga, serta Raden Patah sebagai penguasa Kerajaan Demak.
Hal pertama yang dilakukan dalam pembangunan masjid adalah penentuan arah kiblat, namun dalam penentuan arah kiblat antara para wali terdapat perbedaan pendapat.
Lalu Sunan Kalijaga mengemukakan pendapatnya yang dapat melerai dari perbedaan tersebut.
Sunan Kalijaga berdiri menghadap ke selatan mengangkat tangan kanan sebagai perwujudan Ka'bah dan dipegangnya mustaka Masjid Demak di tangan kiri.