Sunan Kalijaga adalah seorang pragmatis yang memiliki pengetahuan tentang berbagai urusan-urusan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah kidung Rumeksa Ing Wengi yang mana di ibaratkan bila setiap hari manusia akan tidur khususnya di malam hari.
Namun malam identik dengan sumber dari berbagai macam kejahatan, karena malam merupakan tempat berlindung yang baik bagi perbuatan jahat.
Keselamatan di waktu malam sangatlah penting agar besoknya kita bisa menjalankan kehidupan di bumi dengan kegiatan yang kita inginkan.
Kemudian Sunan Kalijaga menawarkan doa keselamatan di malam hari yang mana bagian pokok dari misi agama adalah keselamatan.
Agama apa saja kurang memiliki makna bagi pemeluknya jika tak ada keselamatan yang bisa ditawarkan kepada pemeluknya.
Sunan Kalijaga memeluk agama Islam yang bernuansa Arab dan kemudian ditransformasikan oleh Sunan Kalijaga kepada orang-orang Jawa.
Islam yang terasa asing bagi masyarakat Jawa diubah nuansa menjadi agama yang bisa diterima di Jawa, nah keselamatan yang pertama ditawarkan oleh Sunan Kalijaga adalah keselamatan lahiriyah.
Artinya keselamatan yang nyata, keselamatan yang benar-benar langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang memeluknya, ajakan berdoa diharapkan seseorang dapat melindungi dirinya dari berbagai gangguan jahat.
Asal mula doa Rumeksa Ing Wengi karya Sunan Kalijaga dari Ayat Kursi yaitu ayat 255 pada surat Al-Baqarah yang bila dibaca berguna untuk melindungi diri saat sedang tidur.
Sebagaimana ayat kursi dalam Alquran hal ini dipelajari oleh Sunan Kalijaga dan digalinya perbendaharaan spiritual Jawa dan dipadukan dengan ajaran Islam lalu dihasilkannya tembang 'Rumekso Ing Weng' sebanyak 5 bait.
Bila kita perhatikan dalam bait pertama itu Rumekso Ing Wengi kandungannya tidak jauh berbeda dengan surat an-nas dan surat al-falaq.
Yang mana intinya adalah perlindungan, bukan hanya perlindungan dari kejahatan orang lain, tetapi juga perlindungan dari penyakit, kejahatan ataupun sihir dan hal gaib.