SketsaNusantara.id - Diceritakan bahwa Sunan Kalijaga telah menyusun beberapa doa dalam bahasa Jawa sebagai pelindung dari ilmu hitam.
Doa-doa yang disusunnya itu berupa Kidung atau Mantra yang di antara doa-doa karya Sunan Kalijaga yang amat terkenal adalah Kidung Rumeksa Ing Wengi yang artinya adalah perlindungan di malam hari.
Kidung ini juga dikenal sebagai Mantra Wedha sebagai doa penyembuhan juga disebut sebagai mantra penumpas ilmu hitam dan jahat.
Yang mana hal ini dipercaya bila diucapkan dengan keyakinan yang tinggi akan menghasilkan kekuatan gaib.
Hal ini berguna untuk perlindungan dan penyembuhan, sebagai Nabi Muhammad yang telah banyak mengajarkan kita tentang berbagai doa.
Misalnya saat bangun tidur, saat ke kamar mandi, saat berpakaian, makan, bepergian, bekerja, hingga kembali pulang, dan tidur.
Ada sebuah hadis yang berasal dari Abu Hurairah dan diriwayatkan oleh Ibnu Majah, pada waktu itu Abu Hurairah yang sedang tiduran karena merasakan sakit perutnya.
Lalu Nabi meminta Abu Hurairah untuk bangkit dan berdoa: "Bangkit dan berdoalah karena sesungguhnya dalam doa terkandung kekuatan untuk penyembuhan."
Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa yakni keyakinan dan bahasa doa itu sendiri, doa yang baik itu disertai dengan keyakinan yang tinggi.
Saat sedang berdoa kita diharapkan mampu mengerti tentang makna doa yang diucapkan dan yang sedang kita panjatkan.
Pengubahan doa dalam bahasa jawa karya Sunan Kalijaga berguna untuk mempermudah dan dimengerti masyarakat Jawa sehingga doa yang dipanjatkan mampu dihayati dan diyakini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga karya Achmad Chodjim Sunan Kalijaga sebagai pencetus amalan Kidung Rumekso Ing Wengi yang dipercaya sebagai pelindung.