Semua itu menunjuk pada bukti-bukti terjadinya proses Asimilasi dan Sinkretisasi sosial keagamaan dalam rangka pembumian ajaran Islam di Nusantara.
Jejak-jejaknya menunjuk adanya peran penting institusi dakwah abad ke-15 dan ke-16 yang dikenal dengan sebutan Wali Songo.
Sebagai hasil proses islamisasi yang dilakukan Wali Songo yang membumi itu penduduk Muslim Nusantara dalam aktivitas keagamaan mengenal istilah-istilah lokal yang khas untuk menggantikan istilah-istilah baku Islam yang berasal dari bahasa Arab.
Seperti 'Gusti Kang Murbeng Dumadi' menggantikan kalimat 'Allah Tuhan yang Maha Pencipta'.***