Gus Dur menyerukan agar semua pihak menerima keputusan MPR dengan damai. Ketika harus meninggalkan Istana Negara, Gus Dur beserta keluarganya melakukannya dengan tenang tanpa perlawanan sedikit pun.
Sikap ini mencegah terjadinya bentrokan fisik antara pendukung Gus Dur dengan aparat keamanan
Gus Dur menyadari bahwa kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa adalah yang utama.
Ia rela dilengserkan demi menghindari perpecahan dan konflik berkepanjangan yang dapat memecah belah bangsa Indonesia
Dengan sikap arif dan bijaksana inilah, Gus Dur menurut Gus Baha sedang memperlihatkan karomah atau kemampuan luar biasanya, keistimewaannya dalam mengelola konflik sehingga tidak terjadi pertumpahan darah yang dapat merugikan bangsa dan negara.***