SketsaNusantara.id - Sedikitnya seribu jamaah menghadiri Seloso Legi yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Jombang, Selasa 23 Juni 2026. Acara digelar di kantor kepala desa Ceweng.
Jamaah bahkan meluber ke dalam dan halaman Masjid Darussalam. Bahkan jalan raya Ceweng Mojowarno mengalami kemacetan parah. Mereka berasal dari para pengurus ranting NU dari desa-desa sekecamatan Diwek. Termasuk para pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di NU.
Camat Diwek hadir bersama Kapolsek dan Danramil. Termasuk jajaran pengurus MWCNU Diwek.
Selain rutin pengajian umum, Seloso Legi juga memberikan pelayanan gratis berupa pemeriksaan kesehatan. Baik untuk cek tensi darah, kandungan gula darah, cek kolestrol maupun cek asam urat.
Kepala Desa Ceweng lmam Subata mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia. "Baik itu pengurus ranting NU Desa Ceweng, pengurus masjid Darus Salam Ceweng, Ansor, Fatayat dan Muslimat atas kerja kerasnya dalam menyiapkan kegiatan hari ini," ujarnya.
Dia meminta doa restu kepada pengurus MWCNU Diwek dan warga NU Kecamatan Diwek agar Desa Ceweng diberikan ketentraman, kenyamanan, kesehatan dan rezeki. "Dan Desa Ceweng makin maju dan barokah untuk semua," pintanya.
Ketua MWCNU Diwek KH. Hamdi Sholeh menganjurkan kepada seluruh warga nahdhiyin kecamatan Diwek yang hadir agar menyambut bulan Muharam dengan bahagia. "Karena banyak peristiwa besar yang dialami banyak nabi di bulan Muharam ini," ujarnya.
"Bisa menyambutnya termasuk dengan menjalankan puasa sunah, memperbanyak istighfar dan sedekah," imbuhnya. "Terutama menyantuni para anak yatim," tandasnya.
Saat menyampaikan mauidzah hasanah, KH Nur Hadi (Mbah Bolong) menegaskan tahun baru lslam menjadi momentum bagi warga NU untuk menjadi lebih baik. "Itu harus dimulai dengan taubat terlebih dulu," ujarnya.
Mustasyar PCNU Jombang ini menegaskan perlunya bersyukur dan instrospeksi diri dalam memasuki tahun baru lslam. "Itu yang pertama agar tahun ini menjadi barokah umurnya," imbuhnya.
Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh ini juga mendorong jamaah untuk saling menyayangi dan menghornati di masyarakat. "Warga NU harus bisa rukun dengan tetangga dan lingkungan sekitar," imbuhnya.
Seorang hamba, lanjutnya, dalam menuju ridha Allah pasti membutuhkan jalan. "Thoriqoh atau jalan itu salah satunya dengan tidak melupakan sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam," pungkasnya.