SketsaNusantara.id - Perayaan Idul Adha menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari Raya Kurban yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah itu identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT.
Dalam Islam, berkurban merupakan sunnah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan secara materi. Hewan kurban yang dipilih biasanya berupa kambing, sapi, atau unta sesuai kemampuan masing-masing.
Selain pelaksanaan penyembelihan, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan bagi shohibul kurban atau orang yang berkurban. Sunnah-sunnah ini dilakukan sebagai bentuk penyempurna ibadah di bulan Dzulhijjah.
Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut tujuh sunnah yang dianjurkan bagi shohibul kurban saat Hari Raya Idul Adha.
1. Tidak Memotong Kuku dan Rambut
Salah satu sunnah paling dikenal adalah menahan diri untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak awal 10 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai disembelih.
Dalam Hadis Riwayat Muslim disebutkan:
“Jika telah tiba sepuluh Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikit pun.”
Anjuran ini menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban yang akan dilaksanakan.
2. Memilih Hewan Kurban Terbaik
Islam menganjurkan memilih hewan kurban yang sehat, gemuk, dan berkualitas baik. Hewan terbaik dianggap sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Dalam sebuah riwayat disebutkan: