religi

7 Amalan Sunnah Shohibul Kurban di Bulan Dzulhijjah, Lengkap dari Memilih Hewan hingga Waktu Penyembelihan

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi! Panduan sunnah Shohibul Kurban di Hari Raya Idul Adha, lengkap dengan dalil dan keutamaannya (Freepik)

SketsaNusantara.id - Perayaan Idul Adha menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari Raya Kurban yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah itu identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, berkurban merupakan sunnah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan secara materi. Hewan kurban yang dipilih biasanya berupa kambing, sapi, atau unta sesuai kemampuan masing-masing.

Selain pelaksanaan penyembelihan, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan bagi shohibul kurban atau orang yang berkurban. Sunnah-sunnah ini dilakukan sebagai bentuk penyempurna ibadah di bulan Dzulhijjah.

Baca Juga: DKPP Jember Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Puluhan Ribu Dosis Vaksin PMK Sudah Disuntikkan

Berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Berikut tujuh sunnah yang dianjurkan bagi shohibul kurban saat Hari Raya Idul Adha.

1. Tidak Memotong Kuku dan Rambut

Salah satu sunnah paling dikenal adalah menahan diri untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak awal 10 Dzulhijjah hingga hewan kurban selesai disembelih.

Dalam Hadis Riwayat Muslim disebutkan:

“Jika telah tiba sepuluh Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah mencukur rambut atau memotong kuku sedikit pun.”

Baca Juga: Kata-kata Mutiara Spesial Idul Adha 1447 H, Ungkapan Doa Cocok untuk Caption Unggahan Media Sosial Pada 27 Mei 2026

Anjuran ini menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah kurban yang akan dilaksanakan.

2. Memilih Hewan Kurban Terbaik

Islam menganjurkan memilih hewan kurban yang sehat, gemuk, dan berkualitas baik. Hewan terbaik dianggap sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat disebutkan:

Halaman:

Tags

Terkini