SketsaNusantara.id - Pasca Lebaran, media sosial masih ramai membincangkan momen Ramadan, termasuk soal masalah pembagian THR (tunjangan hari raya) untuk keluarga.
Beberapa warganet sempat mengeluhkan soal fenomena "nagih THR" yang membuat momen Lebaran menjadi tidak menyenangkan.
Sejumlah pengguna media sosial mengaku mengalami situasi tidak nyaman ketika tiba-tiba mendapat pesan dari kerabat jauh yang jarang berinteraksi sebelumnya, namun mendadak akrab dan meminta diberi THR jelang Lebaran.
"Mau Lebaran mendadak banget banyak saudara yang chat nagih THR. Padahal orangnya gak pernah ketemu, dulu dia juga pernah merendahkan kita, tapi tiba-tiba jadi sok dekat, alasannya minta THR buat kebutuhan anak," tulis salah satu warganet di platform Threads.
Bahkan ada pula warganet yang menerima chat dari sanak saudara yang menyelipkan kalimat bernada sindiran yang menyentuh ranah pribadi seseorang.
"Paling sebel ada sodara yang menyinggung katanya 'nanti didoain cepet nikah' seolah-olah jadi single itu dosa besar. Mereka ngemis-ngemis minta dikasi uang THR bahkan setelah Lebaran, alasannya buat anak, padahal itu bukan tanggung jawab aku. Semoga mereka cepet sadar," imbuh warganet lainnya.
Curhatan tersebut pun menuai banyak respons karena dianggap relate dengan pengalaman warganet lainnya. Tak sedikit yang menyayangkan kebiasaan meminta-minta THR, terlebih jika dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi orang lain.
"Anak-anakku dari dulu diajarkan boleh menerima THR karena itu rezeki mereka, tapi tidak pernah diajarkan untuk meminta-minta. Orang tua juga harus paham kondisi ekonomi setiap orang berbeda," komentar warganet lainnya.
Fenomena ini kemudian dikaitkan dengan pandangan dalam Islam terkait kebiasaan meminta-minta. Banyak yang menilai, tindakan tersebut tidak hanya kurang etis, tetapi juga tidak dianjurkan dalam ajaran agama.
Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah turut menyoroti hal ini. Melalui unggahan di akun media sosialnya, Ustadz Khalid dengan tegas mengingatkan agar umat Muslim tidak membiasakan diri meminta-minta, termasuk dalam hal 'nagih THR' kepada saudara terdekat.
Meminta-minta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada orang lain tanpa alasan yang jelas tidak dianjurkan dalam ajaran Islam.