"Tinggal anda saja yang berusaha, tak usah risih lah, kalau risih nanti anda masuk mode buru-buru artinya nanti nauzubillah nanti nanti nikah asal agar tidak ditanya-tanya terus," tegas Buya.
Untuk itu jika Anda adalah pihak yang berada di "kursi panas" pertanyaan kapan akan menikah maka jawab santai sambil bercanda saja.
Contoh jawaban santai yang akan membuat orang berhenti bertanya seperti 'minta doanya' atau jawaban humor yang justru akan mengalihkan perhatian penanya.
Kunci menghadapi pertanyaan "kapan menikah" bukanlah pada apa yang ditanyakan orang lain, melainkan pada bagaimana kita meresponsnya.
Dengan tetap tenang dan elegan, kamu menunjukkan kematangan emosional yang jauh lebih berharga daripada sekadar status pernikahan.
Bahwa setiap orang memiliki garis waktu (timeline) masing-masing. Tidak perlu terburu-buru hanya karena tuntutan lingkungan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!