Peringatan serupa juga disampaikan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, beliau menegaskan bahwa banyak orang berpuasa, tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga.
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa puasa tidak sekadar menahan makan dan minum. Puasa juga bertujuan membersihkan jiwa dari perbuatan sia-sia.
Bermain game berlebihan dapat tergolong laghwi jika dilakukan tanpa tujuan jelas. Aktivitas ini berpotensi mengikis waktu ibadah dan interaksi sosial.
Dengan pengendalian diri, bermain game tetap bisa menjadi hiburan sesaat. Namun, posisinya sebaiknya sebagai selingan setelah menyelesaikan ibadah.
Pengaturan waktu menjadi kunci utama. Ramadhan dapat menjadi momentum memperkuat fisik dan meningkatkan kualitas spiritual.
Dengan keseimbangan yang tepat, puasa tidak hanya tampak secara lahir, tetapi juga memberi dampak batin yang mendalam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!