Penjelasan ini memberikan kejelasan bagi masyarakat yang khawatir puasanya batal. Terutama bagi mereka yang mengalami kelelahan fisik atau kondisi tertentu selama Ramadhan.
Dalam konteks ibadah, tidur juga dapat bernilai positif. Tidur dengan niat menghindari perbuatan maksiat dapat bernilai pahala. Hal ini berlaku ketika seseorang khawatir terjerumus dalam perbuatan yang dilarang.
Namun, tidur seharian tidak boleh menyebabkan ditinggalkannya kewajiban lain. Terutama kewajiban salat lima waktu. Jika tidur menyebabkan lalai dari kewajiban tersebut tanpa uzur, maka hukumnya menjadi terlarang.
Dalam kondisi tertentu, seperti tertidur tanpa sengaja hingga melewati waktu salat, hal tersebut masih dimaafkan. Ketentuan ini berlaku jika benar-benar tidak disengaja dan sulit dihindari.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!