“Taubat yang benar adalah dengan menyesali perbuatan, meminta ampunan kepada Allah, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” tambahnya.
Menurut penjelasan tersebut, slhoat memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk kualitas ibadah. Meninggalkan salat berpotensi mengurangi nilai spiritual puasa yang dijalani seseorang.
Puasa dan sholat merupakan dua pilar ibadah yang saling melengkapi. Keduanya memiliki fungsi membentuk ketakwaan serta kedisiplinan spiritual. Puasa tanpa salat tetap sah secara hukum, namun kehilangan dimensi kesempurnaan ibadah.
Dalam praktik keseharian, pemahaman ini menjadi pengingat bagi umat Islam. Menjalankan puasa seharusnya diiringi komitmen menjalankan seluruh kewajiban ibadah. Sholat menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan dengan Allah.
Dengan demikian, hukum puasa bagi orang yang meninggalkan sholat tetap sah secara fikih. Namun, kewajiban sholat tetap melekat tanpa pengecualian. Kesadaran menjalankan keduanya menjadi kunci kesempurnaan ibadah Ramadan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!