Tanda terakhir adalah “Yadul Muftihah”. Tangannya ringan membantu. Ia tidak menunggu diminta. Bantuan diberikan sesuai kemampuan, tanpa pamer atau perhitungan. Perbuatannya sering lebih dulu hadir sebelum kata-kata.
Kelima tanda ini saling berkaitan. Wajah yang membahagiakan lahir dari hati penuh rahmah. Lisan yang menenangkan muncul dari dada yang lapang.
Tangan yang ringan membantu tumbuh dari kepedulian yang tulus.
Penjelasan Abah Guru Sekumpul ini menunjukkan bahwa kebaikan bukan sesuatu yang rumit. Ia tampak dari sikap sederhana yang konsisten. Kebaikan tidak selalu terdengar keras, tetapi terasa nyata dalam keseharian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!