religi

5 Tanda Orang Baik dan Bijak Menurut Abah Guru Sekumpul, Bukan soal Kepintaran tapi...

Minggu, 14 Desember 2025 | 19:00 WIB
Abah Guru Sekumpul. (Instagram.com/@gubuk_solawat)

SketsaNusantara.id - Kebaikan sering dibicarakan, tetapi tidak selalu mudah dikenali.

Banyak orang terlihat santun di depan, namun berbeda dalam sikap sehari-hari. Karena itu, penjelasan tentang tanda orang baik dan bijak menjadi penting untuk dipahami bersama.

Abah Guru Sekumpul menyampaikan ukuran kebaikan yang sederhana. Ukuran itu tidak bertumpu pada kepintaran, jabatan, atau banyaknya bicara.

Baca Juga: Dibaca 360 Kali Setiap Hari, Amalan dari Abah Guru Sekumpul Ini Disebut Membersihkan Hati dan Batin

Tanda tersebut justru tampak dari sikap yang terus hadir dalam kehidupan sosial.

Lima tanda ini kerap muncul tanpa disadari oleh pelakunya. Namun, dampaknya langsung dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Kebaikan tidak terasa menggurui, tetapi menenangkan dan memudahkan.

Dilansir dari unggahan akun Instagram @juminah7345, tanda pertama disebut sebagai “Wajhun mumbasyyir”.

Baca Juga: Doa untuk Mengurangi Stres karena Gangguan Jin, Bacaan dari Abah Guru Sekumpul Ini Kerap Diamalkan dan Menjadi Rujukan Banyak Orang

Wajah orang baik memancarkan rasa membahagiakan. Kehadirannya tidak menekan suasana. Orang lain merasa nyaman hanya dengan melihat ekspresinya. Senyum, tatapan, dan gestur wajahnya menghadirkan rasa aman.

Tanda kedua adalah “Lisanun Na’imah”. Lisannya menenangkan, bukan melukai. Ucapannya tidak berlebihan, namun tepat sasaran.

Kata-kata yang keluar tidak menambah beban pikiran. Orang yang mendengarnya merasa dikuatkan, bukan dihakimi.

Selanjutnya adalah “Qolbun Rahmah”. Hatinya dipenuhi rahmah atau kasih sayang. Ia mampu memahami keadaan orang lain tanpa banyak tuntutan. Perasaan empati muncul lebih dulu sebelum penilaian. Sikap ini membuatnya tidak mudah marah atau meremehkan.

Tanda keempat dikenal sebagai “Shadrun Muftihah”. Dadanya lapang dan terbuka. Orang seperti ini tidak mudah tersinggung.

Ia mampu menerima perbedaan pendapat dengan tenang. Masalah tidak langsung dibesarkan, tetapi dicarikan jalan keluar.

Halaman:

Tags

Terkini