KH Abdul Hamid juga menyampaikan bahwa amalan ini diyakini membawa manfaat bagi yang menjalankannya. Beliau mengatakan bahwa bacaan ini membawa berbagai kebaikan.
Praktik membaca Al-Fatihah dalam jumlah tertentu telah menjadi bagian dari tradisi di berbagai wilayah. Masyarakat mengikuti anjuran tersebut sebagai bentuk penguatan bacaan harian.
Amalan ini juga dipandang sebagai cara menjaga kedekatan diri dengan bacaan pokok dalam sholat. Surah Al-Fatihah sendiri memiliki kedudukan penting sehingga pembacaannya diyakini membawa kebaikan.
Setiap jamaah dapat menjalankan amalan ini sesuai kemampuan dan waktu ibadah masing-masing. Mereka mengikuti pembagian bacaan agar mencapai total 100 kali setiap hari.
Amalan ini tetap menjadi bagian dari praktik keagamaan yang dijalankan sebagian masyarakat hingga sekarang.
Pembagian bacaan yang teratur memudahkan pelaksanaannya, sementara kutipan dari KH Abdul Hamid menjadi dasar rujukan bagi jamaah yang mengamalkan ajaran tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!