SketsaNusantara.id - Hampir setiap orang mendambakan wajah yang selalu tampak segar, bercahaya, dan menarik.
Tak hanya karena alasan penampilan, wajah yang teduh dan menenangkan sering kali menjadi cerminan hati yang bersih.
Dalam ajaran para ulama, kecantikan dan ketampanan bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga pancaran dari amalan dan keikhlasan hati.
Baca Juga: Ingin Jadi Anak Angkat Abah Guru Sekumpul? Ini Syarat yang Bikin Banyak Orang Terpana
Salah satu tokoh yang banyak membagikan amalan agar wajah terlihat menawan dan terhindar dari penyakit hati seperti ain adalah Abah Guru Sekumpul.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @juminah7345, Abah Guru Sekumpul menyampaikan amalan membaca Asmaul Husna “Ya Jamil” sebanyak-banyaknya. Lafal “Ya Jamil”, yang berarti Wahai Dzat yang Maha Indah, dipercaya memiliki faedah luar biasa bagi siapa pun yang mengamalkannya secara rutin dan penuh keyakinan.
Amalan ini diyakini dapat menumbuhkan wibawa, membuat wajah tampak tampan atau cantik, serta melapangkan rezeki. Bahkan, disebutkan pula bahwa orang yang rajin membaca “Ya Jamil” dengan hati tulus akan diberi keindahan dalam suara dan penampilan. “Ya Jamil” menjadi doa yang menghubungkan antara kecantikan lahir dan batin, karena keduanya saling memantulkan.
Baca Juga: Khasiat Sholawat Pembuka Segala yang Tertutup, Wirid Abah Guru Sekumpul yang Penuh Berkah
Abah Guru Sekumpul juga menyampaikan doa khusus bagi istri atau wanita yang ingin senantiasa terlihat cantik dan awet muda. Dalam ajaran beliau, doa tersebut berbunyi:
“Yâ Allah, bihaqqi Nabi Yusuf AS, jadikan istriku (aku) muda sebagaimana Engkau kabulkan doa Siti Zulaikha.”
Doa ini disebut sebagai ikhtiar spiritual untuk menjaga kecantikan dan keteduhan wajah, dengan meneladani kisah cinta suci antara Nabi Yusuf AS dan Siti Zulaikha. Dalam kisah itu, doa Zulaikha dikabulkan sehingga ia kembali muda dan bersatu dengan Yusuf, melambangkan keindahan yang datang dari rahmat Allah, bukan semata penampilan.
Selain manfaat bagi kecantikan, membaca “Ya Jamil” juga dipercaya menolak pandangan buruk atau ain, yaitu efek negatif dari pandangan iri atau dengki seseorang.
Dalam banyak tradisi keagamaan, ain diyakini dapat mempengaruhi kondisi fisik dan batin seseorang. Karena itu, amalan “Ya Jamil” menjadi pelindung sekaligus pengingat agar seseorang tidak terjebak pada kesombongan atas kecantikannya.