Konteks "syita" yang disebut Mbah Maimoen merujuk pada musim dingin atau masa ketika matahari berada di selatan.
Dalam kajian keislaman klasik, fase ini kerap dikaitkan dengan waktu yang baik untuk berusaha dan memperkuat ketekunan. Artinya, perubahan arah matahari menjadi simbol spiritual bagi manusia untuk memperbaiki arah hidupnya pula.
Momentum Oktober dapat menjadi awal baru untuk bekerja lebih keras, memperbaiki diri, dan menata kembali langkah menuju cita-cita.
Selain itu, Mbah Maimoen juga menekankan pentingnya niat baik dalam setiap usaha. Bekerja bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga bentuk pengabdian kepada Allah dan sesama manusia.
Maka, ketika seseorang memulai usahanya di bulan Oktober dengan niat tulus dan kerja sungguh-sungguh, keberkahan diyakini akan menyertai***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!