Ketika perebutan warisan terjadi, hubungan antar-saudara biasanya rusak parah. Saling curiga, saling membenci, bahkan enggan lagi bersapa. Ini adalah bentuk nyata dari terputusnya silaturahmi yang sangat dilarang dalam ajaran agama.
3. Menyakiti Orang Tua dan Saudara
Dalam banyak kasus, konflik warisan menimbulkan luka yang dalam bagi orang tua yang masih hidup. Mereka menyaksikan anak-anak yang dulunya akur berubah menjadi musuh.
Warisan Seharusnya Menyatukan, Bukan Memecah
Warisan bukanlah alat untuk menguji siapa yang paling licik atau berkuasa dalam keluarga.
Warisan seharusnya menjadi sarana menjaga keadilan dan kasih sayang, bukan memicu permusuhan. Namun sayangnya, nafsu dan ketamakan sering mengambil alih hati manusia.
Tiga dosa ini cukup untuk mengantar seseorang menjadi ahli , hanya di akhirat, tapi sudah terasa sejak di dunia.
Perebutan warisan adalah bukti bahwa manusia bisa kehilangan akal sehat karena harta.
Jangan sampai kita tergelincir dalam dosa yang terbungkus dalam sengketa keluarga. Sebab di balik setiap warisan, ada keadilan yang harus dijaga dan kasih sayang yang harus dipertahankan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!