SketsaNusantara.id - Hari Raya Idul Adha sudah dekat dan dinantikan oleh sleuruh umat muslim.
Peringatan Idul Adha merupakan hari keagamaan bagi orang Islam yang meneladani sikap dan keimanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.
Pengorbanan Nabi Ibrahim as yang saat itu hanya memiliki seorang anak dibuktikan atas kecintaannya kepada Allah SWT.
Ia mendapat perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail as. Kabar itu pun diberitahukan kepada sang istri.
Atas keteguhan iman Ismail as menyetujui apa yang dikatakan sang ayah dan akan dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT.
Akhirnya tiba waktu yang ditentkan, tas kuasa Allah SWT, tubuh Nabi Ismail as digantikan dengan seekor domba.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2025 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU? Cek Jadwal Resminya
Sejak hari itu peristiwa yang terjadi menjadi rangkaian dari ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.
Sehingga, Idul Adha juga disebut dengan hari raya haji yang berlangsung di bulan Dzulhijjah.
Saat momen hari raya ini identik dengan penyembelihan hewan kurban, kalau di Indonesia biasanya sapi atau kambing.
Sejumlah ulama, termasuk Ustadz Adi Hidayat selalu membahas tentang amalan berkurban Idul Adha dna pahala yang dijanjikan Allah SWT.
Lalu, jika ada orang yang berkemampuan untuk menyembelih hewan kurban, siapa yang berhak menerima daging kurban Idul Adha?