SketsaNusantara.id - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf. Suami jurnalis senior Najwa Shihab meninggal dunia dan disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada hari Rabu, 21 Mei 2025..
Proses pemakaman berlangsung lancar meski diguyur hujan dengan dihadiri keluarga serta sahabat termasuk Quraish Shihab dan sejumlah tokoh publik, salah satunya mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang turut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf disalatkan sebelum dibawa ke TPU Jeruk Purut. Hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan langkah para pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di bawah payung dan mengenakan jas hujan, mereka berdiri di sisi liang lahat, menyaksikan proses penguburan dengan melantunkan doa untuk almarhum.
Najwa Shihab tampak tegar didampingi keluarga dan para sahabat. Jurnalis senior yang akrab disapa Mbak Nana itu juga tak henti-hentinya berdzikir meski ia tak bisa menyembunyikan mata sembab yang menunjukkan kesedihan mendalam usai sang suami pergi untuk selama-lamanya.
Proses pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf atau yang akrab disapa Baim itu pun ramai jadi sorotan publik. Tak sedikit warganet yang mengucapkan belasungkawa saat melihat proses pemakaman suami Najwa Shihab melalui siaran langsung di YouTube.
Warganet bahkan menilai langit seolah ikut menangis mengantarkan kepulangan hamba Tuhan yang dikenal baik oleh banyak orang.
Quraish Shihab juga memberikan pandangan yang mendalam tentang makna hujan yang mengiringi pemakaman menantunya.
Dalam pernyataannya di TPU Jeruk Purut, ia menyebut hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan isyarat kasih sayang dari Sang Pencipta.
"Bagi saya, ini tanda rahmat Tuhan. Tuhan berfirman dalam Al-Qur'an bahwa orang-orang yang durhaka itu langit tidak menangis buat dia, artinya tidak turun hujan," kata Quraish Shihab pada awak media dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Cumi Cumi yang diunggah hari Rabu, 21 Mei 2025.
"Jadi berarti orang-orang yang dicintai Tuhan ketika dimakamkan seketika hujan turun, seolah-olah langit ikut menangisi kepergiannya," tuturnya.