Sebagian warganet mempertanyakan apakah kalimat tersebut boleh diucapkan untuk non-Muslim seperti Paus Fransiskus. Beberapa warganet lainnya tak mempermasalahkan Anies mengucapkan kalimat tersebut karena sifatnya universal.
Lantas, bolehkah mengucapkan kalimat "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun" sebagai bentuk belasungkawa untuk non-muslim yang telah wafat? Bagaimana pendapat para ulama mengenai hal ini?
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @indonesiabertauhidofficial, kalimat istirja' yakni Innalillahi wa inna ilaihi raji'un tak hanya diucapkan seorang muslim saat seseorang meninggal, tetapi juga dalam situasi kehilangan apa pun, seperti harta benda.
Dalam konteks ini, salah satu ulama yakni Ustadz Raehanul Bahraen menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk mengucapkan kalimat tersebut bagi non-Muslim.
"Saat ada orang meninggal, baik itu non-muslim meninggal, kita sebagai muslim hanya boleh mengucapkan kalimat istirja'," kata Ustadz Raehan dikutip dari postingan Instagram @indonesiabertauhidofficial yang diunggah 23 November 2024.
"Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi rajiun artinya kita semua milik Allah dan pada hakikatnya kita semua akan kembali pada-Nya, termasuk non-muslim," tuturnya.
"Ini termasuk muamalah karena Islam memerintahkan kita untuk berbuat baik dan adil kepada siapa saja termasuk non-muslim selama mereka tidak memerangi kita," ucap Ustadz Raehan.
Menariknya, muslim justru dilarang untuk mengucapkan "Rest in Peace" untuk non-muslim yang telah wafat, seperti yang disampaikan warga dunia di media sosial.
Baca Juga: Mengenal Flu Pneumonia, Penyakit yang Menyerang Aktris Barbie Hsu 'San Cai' hingga Meninggal Dunia
"Justru kita tidak boleh mendoakannya seperti semoga diampuni atau RIP (rest in peace), karena ini tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur'an," pungkas Ustadz Raehan.
Menurut mayoritas ulama, muslim dilarang mengucapkan "Rest in peace" untuk non-muslim yang meninggal karena dianggap sebagai doa, yang dilarang berdasarkan Al-Qur'an (Surat At-Taubah ayat 113).
Namun, beberapa komunitas muslim terutama di negara-negara Barat, ada yang menggunakan ucapan RIP hanya sebagai ungkapan simpati sebagai salam perpisahan bagi mendiang non-muslim untuk "beristirahatlah dalam damai", bukan mendoakannya.