SketsaNusantara.id - Dalam hidup, ujian adalah bagian yang tak terhindarkan. Ada kalanya kita diuji dengan sakit, kesedihan, atau tekanan batin yang seolah tak berujung.
Di saat seperti itu, banyak yang mencari pegangan, pelipur, dan tentu saja kesembuhan, baik fisik maupun jiwa. Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah dengan berdzikir.
Dzikir bukan sekadar lantunan kata, tapi doa yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Ada satu dzikir yang sering disebut sangat mustajab, terutama ketika seseorang sedang sakit atau dalam tekanan hidup.
Baca Juga: Cara Menghapus Dosa dengan Dzikir, Inilah Doa yang Dianjurkan Ustadz Adi Hidayat
Dzikir ini adalah doa Nabi Ayub A.S., yang dia panjatkan saat tubuhnya dilanda penyakit dan kehidupannya berada di titik paling rendah.
Meskipun sedang dalam kondisi sangat sulit, Nabi Ayub tidak mengeluh, melainkan memohon kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @juminah7345, berikut bunyi dzikir tersebut:
اللَّهُمَّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Allahumma inni massaniyadh-dhurru wa anta arhamur rahimin
Artinya: "Ya Allah Tuhanku, sungguh aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa amalan dzikir ini bukan hanya memiliki kandungan spiritual tinggi, tetapi juga dapat menjadi sarana ikhtiar batin dalam proses penyembuhan.
Menurut beliau, dzikir ini adalah wujud kepasrahan total kepada Allah, tanpa mengurangi usaha-usaha medis yang tetap perlu dilakukan.