Di bulan Syawal memang menjadi penyempurna ibadah umat Islam setelah Ramadhan.
Sebab, setelah Ramadhan fokus menjalin hubungan baik dengan Allah SWT, di bulan Idul Fitri menyambung tali silaturahmi dengan sesama.
"Semestinya di Syawal kesempurnaan kita, tapi di balik hari raya ini banyak dosa, silaturahmi diajarkan tapi jangan melanggar Allah," kata Buya.
Buya Yahya menyebutkan beberapa contoh kasus yang membuatnya berika imbauan bagi umat Islam agar hati-hati dan waspada saat memasuki bulan Syawal.
Bukan hanya membuat lengah, siapa yang tidak melibatkan Allah dalam kegiatannya akan terjerumus dalam kemaksiatan.
"Sangking semangatnya silarurahim sampai nggak sholat dzuhur, justru hari raya melakukan kemaksiatan, khusunya di malam lebaran," kata Buya Yahya.
Malam Hari Raya Idul Fitri semestinya manusia menghidupkan malam lebaran dengan banyak bertakbir dan menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT.
Justru, di malam hari raya lebaran banyak orang-orang yang lalai dan terjerumus ke lubang maksiat.
"Malam jelang lebaran itu menghidupkan dengan ibadah, ternyata bermaksiat. Sudah disiapkan dari acara televisi, hiburan di mana-mana," ujarnya.
Buya Yahya menjelaskan di malam lebaran adalah malam di mana setan akan bertebaran dan menggoda umat muslim.
Salah satu contoh yang banyak terjadi di masyarakat yaitu pesta di malam takbiran yang tidak mencerminkan amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW.