religi

Apa Itu Istidraj? Istilah yang Disebutkan Habib Jafar dalam Keresahannya di Balik Kepopuleran Jadi Pendakwah, Tanda Ujian dalam Bentuk Kesenangan

Sabtu, 22 Maret 2025 | 10:30 WIB
Potret Habib Jafar merasa mengalami istidraj, berupa kepopuleran setelah menjadi pendakwah yang terkadang menjadikannya jauh dari Tuhan (Instagram/husen_hadar)

Habib Jafar mengaku iri pada guru-gurunya yang tekun beribadah di bulan Ramadhan, sementara dirinya justru sibuk dengan sorotan kamera dan bertemu artis.

"Apakah ini jalan-Nya? Apakah ini masih direstui oleh Allah, Nabi Muhammad, guru-guru, dan orang tua saya?" kata Habib Jafar.

"Terkadang saya iri di saat semua orang bisa beribadah, gue hanya bisa sholat malam seadanya, malah takut makin jauh dari Tuhan, mulai menjauh dari niatan awal ambil jalan dakwah," imbuhnya.

Baca Juga: Kultum Ramadhan 2025: Rahasia Wali Songo yang Jarang Diketahui, Ada Beragam Kisah Dakwah Unik Mengubah Nusantara

Ketakutan akan istidraj semakin dirasakan Habib Jafar ketika ia menyadari sifat sombongnya tidak mencerminkan keturunan Rasulullah yang rendah hati, padahal ia sudah mendapat banyak kemudahan dalam berdakwah.

"Dulu Rasulullah SAW sering dilempari batu, sedangkan gue sering banget diistimewakan bahkan ada riders, minta apa disediakan. Gak terasa gue udah berasa sombong, merasa keturunan Nabi Muhammad tapi tidak mencerminkan sifat beliau," tuturnya.

Lalu, apa tanda-tanda istidraj dalam Islam? Banyak orang yang terjebak dalam istidraj karena tertipu oleh kenikmatan yang fana selama hidup di dunia.

Mengutip dari situs NU, seseorang yang diberi ujian berupa istidraj akan terus diberi kenikmatan dunia seperti harta, popularitas, atau kekuasaan, namun ia semakin jauh dari ketaatan kepada Allah.

Baca Juga: Dakwah Tanpa Menghakimi: Kisah Kyai Nyentrik asal Situbondo dalam Merangkul Preman Kembali ke Jalan Allah

Mereka yang diberi kesenangan di dunia, tak terasa melakukan dosa-dosa kecil bahkan terjerumus dalam maksiat lantaran sudah lupa pada sang pencipta tanpa sadar ada bahaya yang mengintai di balik kenikmatan tersebut.

Orang-orang yang diuji dengan istidraj merasa nyaman pada kehidupannya di dunia dan menganggap dosa-dosa kecil sebagai hal yang dianggap remeh, dan ibadah hanya dilakukan seadanya tanpa kesungguhan.

Oleh karena itulah Habib Jafar juga mengingatkan pada sirinya sendiri dan juga kepada orang lain untuk selalu menjaga hati dengan mendekatkan diri pada Al-Qur'an dan kedekatan pada guru-guru shaleh agar tidak tertipu oleh dunia yang fana.

Sebab, istidraj memiliki dampak berbahaya yang dapat berupa kerusakan iman, ketergantungan dunia, terjerumus dalam maksiat hingga hilangnya rasa takut kepada Allah yang menjadikan seseorang dapat azab atau balasan pedih serta kekal di akhirat. 

"Jadi, jangan tertipu oleh dunia karena dalam hidup ini tujuan utama kita adalah mencari tanda-tanda untuk kembali pada Tuhan kita, ingat bahwa kita akan kembali ke tempat asal kita pada sang pencipta," pesan Habib Jafar.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini