Kamis, 4 Juni 2026

Siapa Sosok Kyai Umar Sumberwringin? Pahlawan dari Tokoh Ulama Jember, Pemimpin Laskar Santri yang Kharismatik dan Legendaris

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Senin, 22 Juli 2024 | 21:30 WIB
Sosok Kyai Umar Sumberwringin Jember (Tangkapan layar Youtube Holla 80 Chanel)
Sosok Kyai Umar Sumberwringin Jember (Tangkapan layar Youtube Holla 80 Chanel)


SketsaNusantara.id - Kyai Umar merupakan salah satu pejuang Nahdlatul Ulama (NU).

Meski namanya tak santer terdengar, namun Kyai Umar memiliki peranan penting sebagai pejuang NU.

Kyai Umar merupakan putra dari pasangan Kyai Ahmad Ikram dan Nyai Aminah. Lahir pada tahun 1904 M di Desa Suko, Kec. Jelbuk, Kabupten Jember, Kyai Umar memiliki nama asli Abd. Mushowwir.

Baca Juga: Siapa Kyai Sadjadi Fadillah? Ulama Lumajang Guru Teladan Cak Thoriq, Dikenal Telaten dan Punya Kebiasaan Ngobrol Bahasa...

Kyai Umar lebih akrab dikenal sebagai Kiai Umar Sumberwringin Jember.

Sebutan Kyai Umar ini ia peroleh setelah menunaikan ibadah haji pertamanya. Sepulangnya dari tanah suci, ia menyematkan nama baru pada dirinya, KH. Muhamamd Umar.

Kemudian orang sekitar akrab menyapanya dengan nama Kyai Umar.

Sosoknya sangat dekat dengan Gus Dur. Bahkan dulunya tiap Gus Dur melakukan kunjungan ke Jember, ia akan singgah di Sumberwringin.

Sumberwringin merupakan sebutan dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum yang merupakan pesantren asuhan Kyai Umar.

Baca Juga: Di Mana Pesanggrahan Gong Kyai Pradah? Inilah Tempat Penyimpanan Pusaka Pangeran Prabu dari Surakarta, Tak Jauh dari...

Kyai Umar mengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum menggantikan mertuanya, KH. M. Syukri.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Dafa Online, saat menjadi pemimpin pondok pesantren, Belanda tengah gencar melakukan perlawanan.

Tak ayal pondok pesantren inipun berubah menjadi markas perjuangan perlawanan di bawah utusan Kiai Umar.

Bersama para santri dan 250 pejuang lain, Kyai Umar dan pasukannya bergerilya.

Meski tengah bergerilya, namun ajaran pondok tak dilupakan begitu saja. Jika malam hari mereka berperang, siang hari mereka tetap mengaji.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Dafa Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X