SketsaNusantara.id - Kyai Umar merupakan salah satu pejuang Nahdlatul Ulama (NU).
Meski namanya tak santer terdengar, namun Kyai Umar memiliki peranan penting sebagai pejuang NU.
Kyai Umar merupakan putra dari pasangan Kyai Ahmad Ikram dan Nyai Aminah. Lahir pada tahun 1904 M di Desa Suko, Kec. Jelbuk, Kabupten Jember, Kyai Umar memiliki nama asli Abd. Mushowwir.
Kyai Umar lebih akrab dikenal sebagai Kiai Umar Sumberwringin Jember.
Sebutan Kyai Umar ini ia peroleh setelah menunaikan ibadah haji pertamanya. Sepulangnya dari tanah suci, ia menyematkan nama baru pada dirinya, KH. Muhamamd Umar.
Kemudian orang sekitar akrab menyapanya dengan nama Kyai Umar.
Sosoknya sangat dekat dengan Gus Dur. Bahkan dulunya tiap Gus Dur melakukan kunjungan ke Jember, ia akan singgah di Sumberwringin.
Sumberwringin merupakan sebutan dari Pondok Pesantren Raudlatul Ulum yang merupakan pesantren asuhan Kyai Umar.
Kyai Umar mengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum menggantikan mertuanya, KH. M. Syukri.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Dafa Online, saat menjadi pemimpin pondok pesantren, Belanda tengah gencar melakukan perlawanan.
Tak ayal pondok pesantren inipun berubah menjadi markas perjuangan perlawanan di bawah utusan Kiai Umar.
Bersama para santri dan 250 pejuang lain, Kyai Umar dan pasukannya bergerilya.
Meski tengah bergerilya, namun ajaran pondok tak dilupakan begitu saja. Jika malam hari mereka berperang, siang hari mereka tetap mengaji.
Artikel Terkait
Di Balik Kesaktian Keris Kyai Carubuk Sunan Kalijaga Bikin Lawan Klepek-Klepek, Bisa Hipnotis Musuh?
5 Fakta Menarik Kebo Bule Kyai Slamet Kesayangan Pakubuwono II yang Ikut Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, Kerbau Keramat?
Kebo Bule Kyai Slamet jadi Tokoh Utama Tradisi Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta, Kenapa? Alasannya...
Gelar Ulama atau Kyai Tidak Bisa Sembarangan, Harus Punya Silsilah Keturunan dari Wali Songo atau Nabi Muhammad SAW?
Kesaktian Bende Pusaka Kyai Macan Peninggalan Kerajaan Mataram, Pernah Dibawa Sunan Kudus Bertemu Ki Ageng Pengging
2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit